
Edisi Kemerdekaan RI Ke 81. Tokoh Muhammadiyah : KH AR Fachruddin: Sang Teladan Kesederhanaan dalam Napas
July 18, 2026Mengenal Sosok KH. Ahmad Azhar Basyir: Ulama Cendekia yang Bersahaja
Ir. H. Zen Zainul HP CWC, CHt
Ketua LSBO PDM Kota Bekasi
Kiai Haji Ahmad Azhar Basyir, M.A. bukan sekadar tokoh Muhammadiyah biasa.
Beliau adalah potret nyata seorang ulama yang memadukan kedalaman ilmu agama dengan kesahajaan hidup yang luar biasa.
Lahir di Yogyakarta dari pasangan KH. M. Basyir dan Siti Djilalah, perjalanan hidup beliau mencerminkan dedikasi tiada henti bagi umat dan bangsa.
Jejak Pendidikan yang Melintasi Benua
Kehausan beliau akan ilmu pengetahuan sudah terlihat sejak dini.
Setelah menuntaskan pendidikan dasar di Muhammadiyah Suronatan dan memperdalam ilmu di berbagai madrasah ternama seperti Salafiyah Tremas, langkah beliau tidak berhenti di tanah air.
Beliau menyeberang hingga ke Timur Tengah untuk menimba ilmu di dua universitas bergengsi: Universitas Baghdad, Irak, dan Universitas Kairo, Mesir.
Gelar Master yang beliau raih di Mesir membuktikan ketajaman analisisnya.
Tesis beliau yang bertajuk “Nizam al-Miras fi Indunisia, Bain al-Urf wa asy-Syariah al-Islamiyyah” menjadi bukti konkret kepedulian beliau dalam mendudukkan hukum waris di Indonesia secara harmonis, menjembatani antara hukum adat yang berkembang di masyarakat dengan prinsip hukum Islam yang universal.
Pengabdian untuk Negeri dan Organisasi
Hidup KH. Ahmad Azhar Basyir adalah rangkaian pengabdian.
Jiwa nasionalismenya teruji saat beliau bergabung dengan TNI Hizbullah pada tahun 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat yang sama ia bawa ke dalam organisasi Muhammadiyah.
Karier organisasinya sangat matang.
Beliau meniti tangga kepemimpinan mulai dari Ketua Pemuda Muhammadiyah (1954–1956), memimpin Majelis Tarjih (1985–1990), hingga puncaknya dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada periode 1990–1995.
Kepemimpinannya dikenal teduh, berwawasan luas, namun tetap tegas dalam prinsip.
Warisan Pemikiran yang Tak Lekang Waktu
Di luar kesibukan organisasinya, beliau adalah seorang pemikir yang produktif.
Beliau meninggalkan warisan intelektual yang sangat berharga bagi generasi setelahnya.
Karya-karyanya menjadi referensi penting dalam memahami Islam di tengah tantangan zaman:
Refleksi Atas Persoalan Keislaman:
Catatan mendalam mengenai dinamika umat.
Garis-Garis Besar Ekonomi Islam:
Pandangan visioner mengenai sistem ekonomi berbasis syariah.
Hukum Waris Islam:
Dedikasi beliau dalam menyederhanakan hukum Islam yang kompleks.
Citra Manusia Muslim:
Upaya beliau dalam merumuskan karakter ideal seorang Muslim yang modern namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai agama.
Kiai Ahmad Azhar Basyir akan selalu dikenang sebagai sosok yang membawa Islam dengan cara yang sejuk, cerdas, dan membumi.
Beliau adalah bukti bahwa intelektualitas tinggi tidak harus menjauhkan seseorang dari kesederhanaan, justru sebaliknya, ia menjadikan seseorang semakin bijak dalam menapaki kehidupan.




