
Edisi Kemerdekaan RI Ke 81. Tokoh Muhammadiyah : KH Ahmad Badawi : Nakhoda Tangguh di Tengah Badai Transisi.
July 15, 2026
Edisi Kemerdekaan RI Ke 81. Tokoh Muhammadiyah : KH AR Fachruddin: Sang Teladan Kesederhanaan dalam Napas
July 18, 2026K.H. Faqih Usman: Sang Negarawan dan Pemimpin yang Bersahaja
Zenza TekSas ( Ir H Zen Zainul HP CWC CHt Ketua LSBO PDM Kota Bekasi, Seniman Kemerdekaan, Peraih Rekor MURI
K.H. Faqih Usman (1904–1968) merupakan salah satu figur sentral dalam sejarah Muhammadiyah dan perjalanan politik Indonesia.
Sebagai tokoh yang lahir dan besar di Gresik, Jawa Timur, ia dikenal luas sebagai ulama yang memiliki kharisma tinggi sekaligus politisi yang cakap dalam memetakan arah perjuangan bangsa.
Jejak Perjuangan dari Akar Rumput
Karier K.H. Faqih Usman tidak dibangun dalam semalam.
Beliau memulai pengabdiannya di Muhammadiyah dari tingkat yang paling dasar, yaitu sebagai pemimpin Muhammadiyah Cabang Gresik sejak tahun 1925.
Ketekunannya dalam membina umat di tingkat lokal menempa kemampuannya dalam berorganisasi dan memimpin.
Selama berpuluh-puluh tahun, beliau terus meniti tangga kepemimpinan hingga akhirnya dipercaya memegang tongkat estafet tertinggi.
Kiprah di Panggung Politik Nasional
Tidak hanya aktif dalam urusan keumatan, K.H. Faqih Usman juga merupakan sosok politisi ulung dari Partai Masyumi.
Ketokohannya diakui di level nasional hingga ia diberikan tanggung jawab besar oleh negara. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, tepatnya pada masa Kabinet Halim dan Kabinet Wilopo. Peran ini membuktikan bahwa beliau mampu menjembatani aspirasi keagamaan dengan dinamika politik nasional yang kompleks pada masa awal kemerdekaan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah: Sebuah Amanah Terakhir
Puncak karier organisasinya tercatat ketika beliau terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-9. Secara administratif, periodenya tercatat pada tahun 1968 hingga 1971.
Namun, takdir berkata lain; masa jabatannya menjadi salah satu yang tersingkat dalam sejarah persyarikatan.
Hanya berselang beberapa hari setelah terpilih menggantikan K.H. Ahmad Badawi, K.H. Faqih Usman berpulang ke rahmatullah pada tanggal 3 Oktober 1968.
Meskipun masa kepemimpinannya di pucuk pimpinan pusat sangat singkat, warisan pemikiran dan dedikasi panjangnya selama puluhan tahun tetap menjadi inspirasi besar bagi warga Muhammadiyah hingga saat ini.
Catatan Penting:
K.H. Faqih Usman adalah potret seorang pemimpin yang menyeimbangkan peran sebagai ulama yang teguh memegang prinsip dakwah, sekaligus negarawan yang mampu melayani bangsa melalui jalur politik formal.
Apakah Anda ingin saya menggali lebih dalam mengenai peran spesifik beliau saat menjabat sebagai Menteri Agama atau periode kepemimpinan beliau di Muhammadiyah?




