
Edisi Khusus Kemerdekaan RI Ke 81. Tokoh Muhammadiyah : KH. Ahmad Dahlan : Menyalakan Lentera Pembaruan dan Pendidikan Modern
July 5, 2026
Abdul Mu’ti: MSUS Jadi Ikhtiar Muhammadiyah Cetak Kader Berdaya Saing Global
July 6, 2026
Gema Sang Surya: Mengenang Djarnawi Hadikusuma, Sang Maestro Pergerakan
Oleh : Ir. H. Zen Zainul HP., CWC., CHt.
(Ketua LSBO PDM Kota Bekasi)
Bagi warga persyarikatan, berkumpul dalam acara Muhammadiyah terasa belum lengkap tanpa mengumandangkan mars “Sang Surya”. Mulai dari ruang-ruang rapat kecil di tingkat Ranting dan Cabang, aula di tingkat Daerah dan Wilayah, hingga muktamar akbar di tingkat Pimpinan Pusat, lagu ini selalu sukses memicu getaran semangat yang luar biasa.
Namun, di balik liriknya yang bertenaga dan nadanya yang megah, ada kisah tentang seorang kader berjiwa seni tinggi yang merajut ruh perjuangan Muhammadiyah ke dalam bait-bait lagu. Sosok tersebut adalah Djarnawi Hadikusuma.
Untuk mengenal lebih dalam siapa sang pencipta mars legendaris ini, berikut adalah poin-poin penting perjalanan hidup dan kiprah mulianya:
1. Silsilah dan Latar Belakang Keluarga
Darah Pejuang asli Kauman:
Lahir pada tahun 1920 di Kauman, Yogyakarta—kampung yang menjadi rahim berdirinya Muhammadiyah. Beliau wafat pada tahun 1993.
Putra Pahlawan Nasional:
Djarnawi adalah putra dari Ki Bagus Hadikusuma, tokoh besar Muhammadiyah sekaligus salah satu perumus Pancasila dan UUD 1945 yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
2. Intelektual yang Kuasai 5 Bahasa
Menguasai Bahasa Asing:
Beliau dikenal sebagai pribadi yang haus ilmu dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata, terbukti dengan kemampuannya menguasai lima bahasa asing secara aktif.
Sastrawan dan Penulis Produktif:
Sebagai seorang intelektual dan sastrawan, pemikirannya yang tajam dituangkan dalam berbagai karya tulis keislaman, novel, sastra, serta buku-buku panduan pergerakan yang menjadi rujukan kader.
3. Puncak Kepemimpinan di Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat:
Kiprah organisasinya yang matang membawa Djarnawi dipercaya untuk mengemban amanah tertinggi sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1968–1971.
Ulama yang Membimbing:
Di samping sebagai administrator organisasi, beliau adalah ulama yang senantiasa turun ke bawah memberikan bimbingan ruhani kepada umat.
4. Pendiri Tapak Suci
Pendekar dan Pendiri:
Bakatnya tidak hanya berhenti di meja tulis dan mimbar dakwah. Djarnawi memiliki ketertarikan kuat pada seni bela diri dan tercatat sebagai salah satu tokoh kunci di balik berdirinya Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
5. Lahirnya Mahakarya “Sang Surya”
Digubah Juni 1975: Melalui kepekaan rasa dan bakat seninya, Djarnawi menggubah lagu “Sang Surya” pada bulan Juni 1975.
Mars Resmi yang Abadi:
Lebih dari setengah abad sejak pertama kali ditiupkan rohnya, mars ini kini menjadi lagu wajib yang terus berkumandang di seluruh institusi, sekolah, universitas, pesantren, hingga rumah sakit (amal usaha) Muhammadiyah di seluruh penjuru negeri.
Refleksi:
Melalui mars “Sang Surya”, Djarnawi Hadikusuma berhasil mengabadikan visi dakwah Muhammadiyah. Lagu ini bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan sebuah ikrar ideologis bahwa fajar telah menyingsing dan matahari Muhammadiyah harus terus mencerahkan semesta.

