
35 SISWA PERGURUAN MUHAMMADIYAH KOTA BEKASI LOLOS SNBP, BUKTI PRESTASI DAN KERJA KERAS
July 3, 2026
Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Pengembangan Pembelajaran ISMUBA
July 3, 2026
Ki Bagus Hadikusumo: Sang Arsitek Konstitusi dan Penjaga Persatuan Bangsa
Oleh : Ir. H. Zen Zainul HP.,CWC.,CHt*
Dalam panggung sejarah kemerdekaan Indonesia, nama Ki Bagus Hadikusumo abadi sebagai salah satu tokoh perintis kemerdekaan dan negarawan ulung. Menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah periode 1942–1953, beliau bukan hanya seorang pemimpin umat, melainkan juga salah satu arsitek utama yang ikut merumuskan pondasi dan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perjalanan perjuangan Ki Bagus Hadikusumo dalam mengawal lahirnya Republik Indonesia tercermin melalui dedikasi besarnya di berbagai lini:
1. Pilar Utama di BPUPKI dan PPKI
Ki Bagus Hadikusumo merupakan tokoh sentral yang dipercaya menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Di dalam forum-forum krusial inilah, pemikiran dan pandangan visionernya dicurahkan demi merancang masa depan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
2. Pejuang Nilai Islam sebagai Dasar Negara
Dalam sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945, Ki Bagus dengan gigih menyampaikan aspirasi umat.
Beliau mengusulkan agar Indonesia yang baru lahir dibangun di atas pilar-pilar ajaran Islam, serta memperkenalkan konsep landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan sebagai roh dari negara yang akan dibentuk.
3. Tokoh Kunci Lahirnya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Peran beliau sangat masif dalam perumusan Piagam Jakarta dan UUD 1945. Ketika terjadi dinamika politik yang tajam mengenai “tujuh kata” dalam Piagam Jakarta, Ki Bagus berdiri kukuh menjaga kehormatan umat.
Namun, demi melihat kepentingan yang lebih besar—yaitu keutuhan dan persatuan nasional yang mendesak saat itu—beliau dengan jiwa besar menerima kompromi politik.
Sikap kenegarawanannya inilah yang melahirkan rumusan final Pancasila, khususnya sila pertama: “Ketuhanan Yang Maha Esa.”
4. Panglima di Medan Laga: Membentuk Angkatan Perang Sabil
Perjuangan Ki Bagus tidak berhenti di atas meja diplomasi.
Ketika kemerdekaan yang baru seumur jagung diancam oleh kembalinya penjajah, beliau turun langsung ke jalur perjuangan fisik. Pada Juli 1947, beliau menginisiasi dan membentuk laskar Angkatan Perang Sabil (APS), memobilisasi massa untuk memanggul senjata demi mempertahankan kedaulatan Ibu Pertiwi.
Penghargaan Negara
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengorbanan, pemikiran, dan jasa-jasa besarnya yang tak ternilai bagi bangsa, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Ki Bagus Hadikusumo pada tahun 2015.
Warisan keteladanan beliau—perpaduan antara keteguhan prinsip, ketulusan dalam berkompromi demi persatuan, dan keberanian di medan perang—akan selalu menjadi kompas moral bagi generasi penerus bangsa.
* Ketua LSBO PDM Kota Bekasi, Seniman Kemerdekaan & Peraih Rekor MURI, Penulis Lagu serta Vokalis TekSas UI Band
* Founder Quantum FRESh & Kalender AJAIB
* Direktur ComBAT (Community of Bioethic & Anti Tobacco)


