
Merajut Nusantara dan Ilmu: Warisan Besar Ir. Raden Djuanda Kartawidjaja
August 12, 2026Meneladani Jejak Prof. H. Yunahar Ilyas: Ulama, Pendidik, dan Tokoh Pemersatu Umat
Oleh Zenza TekSas ( Ir H Zen Zainul HP CWC CHt )
– Seniman Kemerdekaan Peraih Rekor MURI
– Ketua LSBO PDM Kota Bekasi
Dunia Islam dan pendidikan Indonesia pernah memiliki sosok ulama sekaligus akademisi yang sangat berdedikasi tinggi, yakni Prof. H. Yunahar Ilyas.
Lahir pada 22 September 1956 dan tutup usia pada 2 Januari 2020, beliau dikenal luas sebagai figur yang santun, cerdas, dan aktif memberikan pencerahan kepada umat.
Semasa hidupnya, beliau tidak hanya mendedikasikan waktu untuk mengajar di ruang-ruang kelas universitas, tetapi juga memegang peranan penting di berbagai organisasi keagamaan tingkat nasional, termasuk di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.
Akar Perjuangan dan Kepemimpinan Sejak Muda
Jiwa kepemimpinan dan semangat organisasi Prof. Yunahar Ilyas sudah terlihat sejak masa mudanya di ranah Minangkabau.
Beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang serta Ketua Umum DPC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Padang pada periode 1977–1979.
Semangat menuntut ilmu dan berorganisasinya terus berlanjut saat beliau melanjutkan studi ke luar negeri.
Tercatat, beliau pernah memegang amanah sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Riyadh, Arab Saudi, pada tahun 1982–1983.
Pengalaman internasional ini turut membentuk wawasan luas beliau dalam memandang persoalan umat.
Pengabdian Panjang di Dunia Pendidikan dan Akademik
Dalam kesehariannya, Prof. Yunahar adalah seorang pendidik sejati.
Karier mengajarnya dimulai sebagai guru di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta (1984–1990).
Sejak tahun 1987, beliau resmi bergabung sebagai staf pengajar tetap di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hingga akhir hayatnya.
Puncak pencapaian akademiknya diraih pada tahun 2008 ketika beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar di universitas tersebut.
Tidak hanya di UMY, rekam jejak kepemimpinan akademiknya juga sangat gemilang.
Beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Wakil Kepala LPPI UMY, Pengasuh Pondok Pesantren Budi Mulia Yayasan Shalahuddin, hingga dipercaya menjadi Dekan Fakultas Agama Islam UMY periode 2003–2007.
Keahliannya dalam ilmu agama juga dibagikan kepada para mahasiswa tingkat pascasarjana (S2) baik di UMY maupun di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Jejak Kepemimpinan di Muhammadiyah dan MUI
Sejak resmi aktif di Muhammadiyah pada tahun 1986, karier organisasi Prof. Yunahar menanjak dengan stabil berkat dedikasinya yang luar biasa.
Beliau mengawali kiprah dakwah strukturalnya sebagai Wakil Ketua, lalu dipercaya menjadi Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah (2000–2005).
Kepercayaan umat dan internal persyarikatan membawanya menduduki kursi Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah selama tiga periode berturut-turut, yaitu 2005–2010, 2010–2015, dan 2015–2020.
Di tingkat nasional, kontribusinya juga sangat besar bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Beliau pernah menjabat sebagai Ketua MUI Pusat selama dua periode, sebelum akhirnya diamanahi posisi sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat pada periode 2015–2020.
Luasnya Jangkauan Dakwah: Dari Indonesia hingga Mancanegara
Sebagai seorang ulama yang produktif, dakwah Prof. Yunahar Ilyas tidak hanya terbatas di ruang-ruang kuliah atau masjid lokal di Indonesia.
Beliau aktif menyampaikan ceramah agama ke berbagai penjuru tanah air, mulai dari masjid kampus, kantor-kantor, hingga mengisi program kajian Islam di media televisi seperti TVRI Yogyakarta (dalam acara Gema Ramadhan, Visi Baru, hingga Resonansi).
Jangkauan dakwahnya pun menembus batas negara.
Beliau pernah diundang untuk memberikan ceramah agama bagi masyarakat muslim Indonesia di Taipei, Taiwan (2007), serta melakukan safari dakwah dalam acara LKII-ICMI North America 2008 yang menjangkau mahasiswa dan masyarakat Islam di sembilan negara bagian Amerika Serikat selama lebih dari sebulan.
Prof. H. Yunahar Ilyas adalah teladan nyata tentang bagaimana ilmu agama, kecerdasan akademik, dan keikhlasan berorganisasi dapat berjalan beriringan.
Pengabdian panjang yang beliau berikan untuk dunia pendidikan, Muhammadiyah, dan bangsa Indonesia meninggalkan jejak kebaikan yang abadi serta inspirasi mendalam bagi generasi penerus bangsa.




