
Dari Rahim Muhammadiyah untuk Ibu Pertiwi: Keteladanan Fatmawati Penjahit Sang Saka Merah Putih
July 29, 2026
PDM Kota Bekasi Ikuti Pelatihan Manajemen Reputasi Digital PWM Jawa Barat, Perkuat Dakwah Muhammadiyah di Era Digital
August 1, 2026Menyalakan Obor Perjuangan: Melanjutkan Keteladanan Djazman Al-Kindi
Oleh Zenza TekSas ( Ir. H. Zen Zainul HP., CWC., CHt)
– Seniman Kemerdekaan Peraih Rekor MURI
– Ketua LSBO PDM Kota Bekasi
Sosok Prof. H. Djazman Al-Kindi senantiasa dikenang sebagai salah satu tokoh inspiratif yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kemajuan umat, bangsa, dan persyarikatan.
Meskipun raganya telah berpulang ke hadirat Illahi pada 15 Agustus 2000 dalam usia yang relatif muda, api semangat serta gagasan-gagasannya tidak pernah benar-benar padam.
Jasadnya memang telah bersemayam di bumi, namun spirit dan kobaran pemikirannya terbukti terus hidup serta menyala dengan terang di dalam jiwa setiap kadernya sepanjang masa.
Ia meninggalkan fondasi intelektual dan amal jariyah yang begitu luas, mulai dari karya-karya monumental, dedikasi tanpa batas, hingga berbagai lembaga strategis yang hari ini tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat.
Diplomasi Global dan Kiprah Lintas Benua
Keaktifan Djazman tidak hanya terbatas pada lingkup nasional saja, melainkan juga merambah kancah internasional.
Semasa hidupnya, baik dalam rangka memperdalam studi maupun menjalankan berbagai tugas penting negara dan organisasi, ia telah melawat ke berbagai belahan dunia.
Catatan perjalanannya mencakup kunjungan ke berbagai negara di benua Eropa, Asia, hingga Australia.
Bahkan, sebuah kisah haru menyelimuti akhir masa hidupnya; diceritakan bahwa sebelum ia wafat, Djazman bersama sang istri tercinta, Elida, baru saja merampungkan kunjungan tugas penting ke negara Turki dan Belanda.
Perjalanan global ini mencerminkan luasnya wawasan serta jaringan yang ia bangun demi kemajuan peradaban.
Peran Strategis di Media dan Arena Politik
Selain dikenal sebagai seorang pemikir ulung, Djazman juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kokoh di berbagai sektor.
Pada periode 1993 hingga 1994, ia pernah dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Pemimpin Umum majalah Suara Muhammadiyah, sebuah media dakwah berkemajuan yang terus menjadi corong pemikiran umat.
Tidak hanya di dunia media dan pendidikan, langkahnya juga bersentuhan dengan dinamika politik nasional pada masanya.
Ia tercatat pernah mengambil peran penting dalam mengusulkan Jenderal Soeharto sebagai Presiden.
Langkah politik tersebut diambil karena kala itu figur tersebut dinilai lebih mampu dan berpihak dalam membela kepentingan agama serta umat Islam secara lebih luas.
Monumentalisme Gerakan Mahasiswa
Puncak dari dedikasi organisatoris Djazman Al-Kindi adalah pendirian organisasi gerakan mahasiswa yang lekat dengan warna kebanggaannya, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berpanji merah maron.
Kehadiran IMM menjadi bukti nyata dari visi jangka panjangnya dalam mencetak kader-kader bangsa yang religius, intelektual, dan humanis.
Berbagai lembaga yang ia dirikan bersama para tokoh sezamannya kini telah menjelma menjadi pilar-pilar penting dalam pembangunan masyarakat. Semoga segala amal ibadah, gagasan, dan perjuangannya mendatangkan limpahan rahmat serta maghfirah dari Ilahi.




