
Menebar Moderasi, Membangun Peradaban: Rekam Jejak Kepemimpinan Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin
July 22, 2026
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid Muhammadiyah Didorong Menjadi Pusat Penguatan Ekonomi Umat
July 22, 2026Keteladanan Sang Nakhoda Moderasi: Menyelami Jejak Langkah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.
Ir H Zen Zainul HP CWC CHt
– Seniman Kemerdekaan, Peraih Rekor MURI
– Ketua LSBO PDM Kota Bekasi
Perjalanan panjang organisasi Islam modern terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, tentu tidak bisa dilepaskan dari figur-figur visioner yang menakhodainya.
Salah satu tokoh sentral yang konsisten membawa panji kemajuan dan kesejukan di kancah nasional maupun global adalah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.
Lahir di Bandung pada 25 Februari 1958, beliau dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015–2022 dan kembali terpilih untuk memimpin pada masa bakti 2022–2027.
Di balik perannya sebagai pemimpin umat, Prof. Haedar dikenal luas sebagai seorang akademisi ulung dan Guru Besar Ilmu Sosial di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa.
Kematangan intelektual dan kepribadian Prof. Haedar dibentuk melalui proses belajar yang panjang dan mendalam.
Jejak pendidikannya terbentang dari bangku sekolah dasar di tanah kelahirannya, Bandung, hingga sempat menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Cintawana, Tasikmalaya.
Kecintaannya pada dunia akademik kemudian membawanya menempuh jenjang pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tidak tanggung-tanggung, mulai dari strata satu (S1) hingga program doktor (S3) di bidang Sosiologi dan Politik Islam berhasil diselesaikannya di almamater ternama tersebut, memberikan fondasi kokoh bagi cara pandangnya dalam melihat dinamika sosial keagamaan di Indonesia.
Konsistensinya dalam berkhidmat di persyarikatan Muhammadiyah telah dimulai sejak usia muda, tepatnya sejak tahun 1983.
Sebelum berada di puncak pimpinan organisasi, beliau telah melibas berbagai tangga pengkaderan yang matang.
Beliau pernah mengemban amanah penting sebagai Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) serta memimpin Badan Pendidikan Kader PP Muhammadiyah. Pengalaman organisatoris yang matang ini membentuk karakternya menjadi seorang pemimpin yang tenang, egaliter, arif, dan selalu mengedepankan solusi mencerahkan dalam setiap menghadapi persoalan bangsa.
Sebagai seorang Guru Besar di UMY, Prof. Haedar tidak hanya aktif mengajar di ruang-ruang kelas, tetapi juga dikenal sebagai penulis yang sangat produktif.
Buah pemikirannya tertuang dalam berbagai buku dan artikel ilmiah yang tajam, bernas, serta relevan dengan tantangan zaman.
Dedikasi beliau pada dunia literasi juga disalurkannya melalui peran aktifnya sebagai Pemimpin Redaksi majalah Sinar Muhammadiyah.
Melalui tulisan-tulisannya, ia kerap menyuarakan pentingnya Islam berkemajuan, moderasi beragama, serta pentingnya merawat keindonesiaan yang berkeadaban.
Prestasi dan ketokohan beliau pun mendapatkan pengakuan yang luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional.
Atas konsistensi riset, dedikasi di dunia pendidikan, dan kontribusi keilmuannya yang luar biasa, Prof. Haedar pernah tercatat dalam daftar Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia versi AD Scientific Index. Rekognisi ini semakin menegaskan bahwa sosoknya adalah teladan paripurna—seorang ulama yang intelek, organisator yang ulung, sekaligus ilmuwan yang membumi, yang terus mendedikasikan hidupnya untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa Indonesia.




