
Ustadz Baharuddin Meninggal Saat Khotbah Jumat
August 22, 2025
Muhammadiyah Bangun Masjid Untuk Umat : Renovasi Mushola At-Taubah Menjadi Masjid At-Taubah dan Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl Hj. Juanda, Bekasi Timur
September 5, 2025
Gambar 1. Bapak Zaharuddin ketika melakukan sambutan dimulainya acara Upgrading
Bekasi, PDM Kota Bekasi – Dalam rangka untuk meningkatkan dan menyesuaikan cara dakwah Muhammadiyah dengan menyesuaikan polanya sesuai dengan perkembangan zaman. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi dan BAZNAS Kota Bekasi bekerjasama untuk menyelenggarakan kegiatan UPGRADING “Muballigh Muhammadiyah – Aisyiyah Se-Kota Bekasi”.
Acara yang dilakukan selama 2 hari 22-23/08/2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas para muballigh dalam menjawab tantangan dakwah di era modern, sekaligus meneguhkan peran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam mencerahkan umat.
Kegiatan ini diikuti oleh para muballigh dan muballighat dari berbagai ranting dan cabang Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah se-Kota Bekasi. Tujuan utama dari upgrading ini adalah meningkatkan kualitas, kapasitas, dan wawasan mubaligh agar mampu menjawab tantangan dakwah di era modern serta memperkuat sinergi dakwah dengan gerakan pemberdayaan umat.
HARI PERTAMA – JUMAT, 22 AGUSTUS 2025

Gambar 2. Peserta kegiatan Upgrading menyimak materi Upgrading
Acara dimulai dengan pemaparan dari bapak Drs. Khaidir Sulaiman, M.A. yang menekankan pentingnya memperkuat metodologi dan strategi dakwah Muhammadiyah, dengan berlandaskan tauhid dan meneladani Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa Islam berkemajuan mampu menjawab tantangan global sepanjang umat berpegang pada prinsipnya.
Dilanjutkan dengan materi dari bapak Drs. H. Zahrul Hadiprabowo, CIRB. yang membahas pentingnya membumikan Islam Wasathiyah dalam dakwah pencerahan Muhammadiyah. Menurutnya, kader Muhammadiyah harus memiliki karakter kokoh, berjiwa ikhlas, mampu menghargai perbedaan, bersikap adil, serta menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat.

Gambar 3. Bapak Syakir Jamaludin ketika menyampaikan materi program KoPi Ngaji
Bapak Dr. Syakir Jamaludin memaparkan pola baru dakwah di era disrupsi, dengan mencontoh program KoPi Ngaji. Dakwah dinilai efektif bila komunikatif, berbasis dalil, tematik, solutif, dan disampaikan dengan pendekatan kreatif yang sesuai zaman.
Materi berikutnya disampaikan oleh bapak M. Arifin, S.Ag., M. Ag. membawakan materi tentang Peningkatan Literasi Digital di kalangan muballigh. Dalam era teknologi saat ini, media sosial dan platform digital menjadi ruang strategis dalam menyebarkan dakwah. Muballigh Muhammadiyah didorong untuk tidak gagap teknologi, tetapi mampu memanfaatkan perangkat digital untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dengan cara kreatif, edukatif, dan mencerahkan. Literasi digital juga penting agar muballigh bijak dalam menyaring informasi, sekaligus mampu melawan hoaks dan narasi keagamaan yang menyesatkan di dunia maya.

Gambar 4. Peserta kegiatan Upgrading menyimak materi Upgrading
Sementara itu materi terakhir di hari pertama disampaikan oleh, bapak Dr. H. M. Choirin, Lc., MA. yang menekankan pentingnya memahami Fiqih Dakwah. Seorang muballigh tidak hanya dituntut fasih dalam menyampaikan pesan agama, tetapi juga harus berlandaskan pemahaman syariat yang benar. Dakwah yang kuat harus didasari dalil, sesuai kaidah fiqih, serta mampu menjawab persoalan nyata umat. Dengan bekal fiqih dakwah, para mubaligh diharapkan dapat menyampaikan pesan agama secara bijak, kontekstual, dan tidak keluar dari prinsip Islam berkemajuan.
HARI KEDUA – SABTU, 23 AGUSTUS 2025
Pada hari kedua materi dimulai oleh, bapak Drs. H. Jamjam Erawan, M.A.P. menyampaikan tentang profil ideal muballigh Muhammadiyah, yang harus berilmu, berakhlak, komunikatif, dan mampu menjadi teladan.
Sriyono, SH., MM. membahas peran muballigh Muhammadiyah–‘Aisyiyah sebagai duta penggerak zakat. Ia menyoroti rendahnya realisasi zakat nasional dibanding potensinya, sehingga muballigh diharapkan dapat memahami fiqih zakat, regulasi, dan urgensi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat, serta mendukung optimalisasi Lazismu.
Selanjutnya, Dr. H. Ayi Yunus Rusyana, MA. memaparkan pengembangan kepribadian mubaligh dengan meneladani tokoh Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya mubaligh yang menggembirakan, berwawasan wasathiyah, jenaka namun serius dalam dakwah, serta konsisten beramal dan berjuang untuk persyarikatan.
Acara ditutup dengan paparan Drs. Abu Deedat Syihabudin, M.Hum. mengenai strategi korps mubaligh Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa mubaligh harus berlandaskan tauhid, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, adaptif terhadap zaman, membina umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjawab tantangan pemikiran kontemporer.

Gambar 5. Foto bersama peserta Upgrading
PENUTUP
Melalui kegiatan UPGRADING ini, para mubaligh Muhammadiyah – Aisyiyah dibekali wawasan strategis: mulai dari ideologi, strategi dakwah digital, fiqih zakat, hingga penguatan kepribadian. Sinergi PDM Kota Bekasi dan BAZNAS Kota Bekasi diharapkan melahirkan mubaligh yang berintegritas, berwawasan luas, komunikatif, dan mampu membawa dakwah Muhammadiyah semakin berkemajuan serta memberi manfaat nyata bagi umat sekitar.

Gambar 6. Foto bersama seluruh peserta dan pimpinan PDM ketika penutupan acara Upgrading
Penulis : Gealsy Ghefira T.





2 Comments
Smoga terbentuk mubaligh² muhammadiyah yg miltan,yg berkwalitas.
Yg siap berdakwah di wilayah kota bekasi.
Smoga terbentuk mubaligh² muhammadiyah yg miltan,yg berkwalitas.
Yg siap berdakwah di wilayah kota bekasi.