
Musyawarah Cabang I Muhammadiyah Jatisampurna Resmi Digelar, Cabang ke-15 di Kota Bekasi
January 28, 2026Transformasi Pendidikan Non-Formal: Langkah Strategis PCM Pondok Gede Melalui PKBM Al-Ma’un
Muhammadiyah kembali menegaskan perannya sebagai gerakan tajdid (pembaruan) yang tidak
hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga merambah ke sektor non-formal. Melalui
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pondok Gede, langkah strategis diambil dengan
membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Ma’un. Langkah ini bukan sekadar
menambah jumlah institusi, melainkan sebuah transformasi nyata dalam menjawab tantangan
sosial-pendidikan di wilayah urban.
Manifestasi Teologi Al-Ma’un di Era Modern
Pemilihan nama “Al-Ma’un” bukanlah tanpa alasan. Nama ini merujuk pada teologi fundamental
yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan, bahwa keberagamaan seseorang diuji dari sejauh mana
mereka memedulikan kaum dhuafa dan mereka yang terpinggirkan.
Dalam konteks pendidikan saat ini, “kaum dhuafa” tidak hanya mereka yang kekurangan materi,
tetapi juga mereka yang kehilangan akses terhadap pendidikan berkualitas karena kendala usia,
ekonomi, maupun keterbatasan waktu. PKBM Al-Ma’un hadir sebagai jawaban atas kesenjangan
tersebut, memberikan kesempatan kedua bagi warga untuk meraih kesetaraan pendidikan.
Langkah Strategis PCM Pondok Gede
Pembentukan PKBM ini menandai pergeseran strategis dalam peta Amal Usaha Muhammadiyah
(AUM) di tingkat cabang. Ada tiga alasan mengapa langkah ini dinilai strategis:
1. Inklusivitas Pendidikan
Melalui program kesetaraan (Paket A, B, dan C), Muhammadiyah Pondok Gede merangkul
segmen masyarakat yang selama ini tidak terjangkau oleh sekolah formal.
2. Pemberdayaan Berbasis Keterampilan
PKBM Al-Ma’un direncanakan tidak hanya sebagai tempat mengejar ijazah, tetapi juga sebagai
pusat pelatihan keterampilan (life skills) yang relevan dengan kebutuhan industri dan
kewirausahaan lokal.
3. Embrio Amal Usaha yang Adaptif
Sebagai AUM baru, PKBM memiliki fleksibilitas tinggi dalam kurikulum dan operasional,
menjadikannya laboratorium inovasi pendidikan bagi PCM Pondok Gede.
Sinergi dan Kolaborasi
Transformasi ini tidak berjalan sendiri. Kehadiran PKBM Al-Ma’un diharapkan menjadi lokomotif
yang menggerakkan potensi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di Pondok Gede.
Dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten dan fasilitas yang memadai, PKBM ini
diproyeksikan menjadi rujukan pendidikan non-formal yang mengedepankan nilai-nilai keislaman
dan kemodernan.
Menatap Masa Depan
Berdirinya PKBM Al-Ma’un adalah awal dari perjalanan panjang. PCM Pondok Gede berkomitmen
menjadikan institusi ini sebagai pusat keunggulan (center of excellence) di wilayah Bekasi. Fokus
utama ke depan adalah integrasi teknologi digital dalam pembelajaran dan penguatan jaringan
alumni agar memiliki daya saing di pasar kerja.
Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan melalui PKBM Al-Ma’un, Muhammadiyah Pondok
Gede memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang tertinggal dalam gerbong kemajuan
bangsa.
Pondok Gede, 03 Februari 2026
Jamaludin, S.Kom., M.Kom.
CTPM., AE., SA., ITAUDIT., Asesor BNSP
Sekretaris PCM Pondok Gede
