
Baitul Arqam Muhammadiyah ‘Aisyiyah Bekasi Timur I dan II dalam semangat “Al-Jihad”
November 18, 2025
MILAD KE-113 MUHAMMADIYAH KOTA BEKASI TEGUHKAN SPIRIT KEBANGSAAN DAN KEUMATAN
December 1, 2025
Bandung, 18 November 2025 — Puncak Milad ke-113 Muhammadiyah berlangsung meriah di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Selasa, 18 November Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, perayaan ini dihadiri ribuan warga persyarikatan, tokoh nasional, hingga perwakilan pemerintah. Panitia memperkirakan lebih dari 5.000 penggembira hadir di lokasi, sementara 326 peserta terdaftar resmi dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, dalam pidato utamanya menegaskan bahwa kesejahteraan merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kerja nyata. “Perintah konstitusi itu bukan normatif. Itu amanat yang harus diwujudkan dalam dunia nyata,” ujarnya. Haedar menekankan bahwa kesejahteraan mencakup dua dimensi, yakni aspek materi dan non-materi, mulai dari ekonomi hingga pembentukan karakter sosial.
Haedar juga menyoroti pentingnya penguatan sistem organisasi sebagai modal gerakan Muhammadiyah. “Kesuksesan Muhammadiyah itu pada sistem. Maka kita perkuat sistem, kebersamaan, dan spirit pergerakan,” katanya. Ia menegaskan Muhammadiyah tidak boleh terjebak dalam zona nyaman dan harus terus melakukan transformasi di pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, serta inovasi digital.
Hadir pula tokoh nasional Jusuf Kalla, yang memberikan dorongan agar Muhammadiyah memperkuat budaya kewirausahaan. Menurutnya, penguatan sektor ekonomi umat penting untuk menopang kemandirian serta kontribusi lebih luas Muhammadiyah terhadap pembangunan nasional. Meski tidak menyampaikan kutipan panjang dalam pemberitaan, esensi pesannya menekankan perlunya spirit entrepreneurship di kalangan warga persyarikatan.
Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap peran strategis Muhammadiyah dalam sejarah bangsa. “Muhammadiyah adalah kekuatan besar yang sangat menentukan kemajuan suatu bangsa,” ujarnya dalam sambutan. Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus berkolaborasi dengan Muhammadiyah dalam menjaga stabilitas sosial, kemanusiaan, dan nilai moderasi beragama.
Dalam kesempatan lain, tokoh publik KDM menegaskan bahwa politisi dan penyelenggara negara perlu meneladani tata kelola Muhammadiyah yang dinilai konsisten, transparan, dan berintegritas. Menurutnya, model tata kelola persyarikatan dapat menjadi rujukan bagi penguatan pemerintahan yang profesional dan bersih.

Sebagai bagian dari rangkaian Milad, Muhammadiyah juga menganugerahkan Muhammadiyah Award 2025 kepada Yendra Fahmi, yang dinilai memiliki kiprah dermawan dan kolaboratif dalam mendukung program-program sosial dan kemanusiaan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi organisasi terhadap tokoh yang berkontribusi nyata di masyarakat.
Perayaan Milad ke-113 ini menjadi momentum konsolidasi gerakan Muhammadiyah untuk melangkah lebih progresif. Selain sebagai refleksi sejarah, kegiatan ini ditegaskan sebagai peneguhan komitmen persyarikatan untuk terus hadir sebagai kekuatan moral, sosial, dan intelektual dalam memajukan kesejahteraan bangsa.
Acara berlangsung tertib, khidmat, dan diwarnai antusiasme tinggi dari seluruh peserta yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.
Penulis : Gealsy Ghefira T.




