
Spirit Idul Adha Kita Hidupkan Terus
June 17, 2024
Rapat Kordinasi PDM tentang Sertifikasi Lahan Wakaf
June 25, 2024Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kranji menyelenggarakan sholat idul adha di halaman Grand Mall, Kranji Bekasi Barat. Adapaun imam dan khatib yang bertugas adalah H. Sriyono. S.H., M.M. Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi, dengan tema khutbah “Menyibak Makna Di Balik Ritual Ibadah Haji”. (Senin, 17/06/24)
Dalam penjelasan khutbah oleh Sriyono, ibadah haji merupakan rukun Islam ke lima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Ibadah haji adalah ibadah yang istimewa, karena hanya dilakukan dengan syarat2 tertentu, pada waktu-waktu tertentu, tempat2 tertentu dengan urutan amalan-amalan tertentu pula. Ibadah haji juga merupakan ibadah yang multi dimensi, yang meliputi ibadah badaniyah, ibadah maaliyah dan ibadah qalbiyah.
Pakian & Pakaian Ihram
Pakaian melambangkan pola, preferensi, status dan perbedaan-perbedaan status sosial, ekonomi, profesi dsb. Di tempat (miqat makani) di mana ritual ibadah haji dimulai, perbedaan dan pembedaan tersebut harus ditanggalkan. Pengaruh-pengaruh psikologis dari pakaian harus ditanggalkan, hingga semua merasa dalam satu kesatuan dan persamaan. Pakaian ihram melambangkan persamaan, kesetaraan dan prinsip egaliter, di depan Allah yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
Memakai pakaian ihram yang berwarna putih yang berarti suci, maka harus berniat dengan sungguh-sungguh untuk memakai pakaian kejujuran, kerendahan hati, kesucian jiwa, dan keikhlasan hanya karena Allah.
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah yang berputar dengan berlawanan arah jarum jam sebanyak tujuh kali. Ka’bah yang menghadap ke segala arah melambangkan universitalitas dan kemutlakan Tuhan; suatu sifat Tuhan yang tidak berpihak tetapi merahmati seluruh alam (QS. Al-Anbiya: [21]: 107).
Thawaf mengandung makna bahwa manusia harus menjadikan setiap gerak langkahnya, titik orientasinya semata-mata hanya karena dan mengharap ridha Allah. (Q.S. Al An’am : 162).
Kata kunci thawaf merupakan siklus kehidupan yg digambarkan dengan kalimat minallah, lillah, fillah, billah dan ilallah.

Sa’i adalah berjalan tujuh kali yang dimulai dari Shafa ke Marwah. Ritual Sa’i, menyimpan sejarah perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Ismail, ketika ditinggal sang suami, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Lari-lari yang berulang sampai tujuh kali merupakan simbol kegigihan ikhtiar yang tak kenal putus asa. Hingga akhirnya pertolongan Allah pun datang dengan memancar air secara tiba-tiba dari bawah kaki Ismail. Mata air itu kita kenal hingga sekarang sebagai sumur Zamzam.
Ritual Sa’i melambangkan etos kerja, kerja keras, kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja ikhlas dan jauh dari sikap mudah putus asa. ( Q.S. Al Ankabut : 17)
Wukuf di Arafah, secara harfiyah, wukuf berarti berhenti, istirahat, sedangkan Arafah bermakna pengakuan, pengenalan. Selama wukuf di Arafah, manusia mestinya mengistirahatkan tenaga dan pikirannya dari aktivitas duniawi dengan melakukan kontemplasi, muhasbah, ber-tafakkur, bertaubat, beristighfar, dan berdoa kepada Allah.
Padang Arafah, merupakan refleksi pusaran hidup manusia yang menyimbolkan bahwa manusia kelak akan dikumpulkan di Padang Mahsyar. (Q.S. Al An’am : 51)
Ritual melontar Jumrah, adalah jejak permusuhan Nabi Adam dengan setan. Kita diingatkan tentang pentingnya selalu waspada terhadap berbagai tipu daya musuh terlaknat. (Q S. Al Baqarah : 168).
Manusia harus dapat membebaskan dirinya dari setiap perbuatan, ketamaan dan sifat2 kebinatangan. Ada tiga berhala yang harus dilawan yang ada di Jumrah Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah. Ketiga berhala itu melambangkan kekuatan-keluatan setan, yaitu Fir’aun yang melambangkan penindasan, kesombongan, Qarun lambang kapitalisme, dan Bal’am yg melambangkan kemunafikan, sikap hipokrit.
“Semoga khutbah kali ini memberi kebermanfaatan bagi kita semua, bagi jamaah yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji semoga mampu menyegarkan kembali nilai- nilai ritual ibadah haji dan mampu mempertahankan serta mengaktualisasikan predikat kemabruran hajinya, dan bagi jamaah yang belum pernah menunaikan ibadah haji, semoga dapat menjadi bekal persiapan di masa yang akan datang, wallahu a’lam,” ucap sriyono diakhir khutbah.




